Suasana
peringatan mauled Nabi Muhammad SAW tahun ini kembali menyapa kita. Tentu sangat
layak kita merenungkan kembali keteladanan beliau yang paripurna, sebagai
pemimpin keluarga maupun sebagai
pemimpin negara. Juga penting untuk kita renungkan sudah sejauh mana kita
meneladani rasulullah dan benarkah kita sudah memuliakan beliau atau
sebaliknya, tanpa kita sadari atau karena terselewengkan.
Allah
SWT telah menegaskan dalam firman-Nya:
“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah
itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah
dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” Q.S.Al- Ahzab:31
Ayat
diatas memerintahkan kita semua untuk meneladani Rasulullah SAW. Yakni semua
yang ada pada diri beliau. Kita tidak boleh hanya membatasi peneladanan hanya
pada aspek pribadi beliau saja, seperti akhlak, pribadi dll. Tapi juga pada
aspek lainnya, khususnya aspek Syariah. Kita tidak boleh terjebak dalam sudut
pandang sekulerisme yang memisahkan agama dari Negara, kehidupan, urusan public,
dan masyarakat.
Allah
SWT memerintahkan kita mengambil apa saja yang Nabi bawa dan meninggalkan apa
saja yang beliau larang. Allah SWT berfirman:
“Apa yang diberikan Rasul maka terimalah dia.
Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertaqwalah kepada
Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya” Q.S. Al-Hasyir:7
Oleh karena itu,
mulai saat ini, teladanilah kehidupan Rasul, tinggalkanlah hal – hal yang
mengutamakan kehidupan duniawi dan jauh dari kebaikan. Karena segala sesuatu
yang kita lakukan memiliki konsekuensi yang harus kita terima di hari akhir
kelak.
Wallahu a’lam bi
ash-shawab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar