Kamis, 17 Januari 2013

Meneladani Rasulullah SAW Tidak Setengah - Setengah



Suasana peringatan mauled Nabi Muhammad SAW tahun ini kembali menyapa kita. Tentu sangat layak kita merenungkan kembali keteladanan beliau yang paripurna, sebagai pemimpin keluarga  maupun sebagai pemimpin negara. Juga penting untuk kita renungkan sudah sejauh mana kita meneladani rasulullah dan benarkah kita sudah memuliakan beliau atau sebaliknya, tanpa kita sadari atau karena terselewengkan.
                Allah SWT telah menegaskan dalam firman-Nya:
Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” Q.S.Al- Ahzab:31
                Ayat diatas memerintahkan kita semua untuk meneladani Rasulullah SAW. Yakni semua yang ada pada diri beliau. Kita tidak boleh hanya membatasi peneladanan hanya pada aspek pribadi beliau saja, seperti akhlak, pribadi dll. Tapi juga pada aspek lainnya, khususnya aspek Syariah. Kita tidak boleh terjebak dalam sudut pandang sekulerisme yang memisahkan agama dari Negara, kehidupan, urusan public, dan masyarakat.
                Allah SWT memerintahkan kita mengambil apa saja yang Nabi bawa dan meninggalkan apa saja yang beliau larang. Allah SWT berfirman:
Apa yang diberikan Rasul maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya” Q.S. Al-Hasyir:7
Oleh karena itu, mulai saat ini, teladanilah kehidupan Rasul, tinggalkanlah hal – hal yang mengutamakan kehidupan duniawi dan jauh dari kebaikan. Karena segala sesuatu yang kita lakukan memiliki konsekuensi yang harus kita terima di hari akhir kelak.
Wallahu a’lam bi ash-shawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar